Analisis Faktor yang mempengaruhi Implementasi Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Di PT. JAPFA Comfeed Indonesia, TBK Unit Cirebon Tahun 2017

Collection Location Repository
Edition
Call Number 050 PER a
ISBN/ISSN
Author(s) Muhamad Fauzi
Setyo Dwi Widyastuti
Ajeng Prianti Pertiwi
Subject(s) Implementasi
Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja
Classification 050
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher STIKes Indramayu
Publishing Year 2017
Publishing Place Indramayu
Collation
Abstract/Notes Pemeriksaan kesehatan pekerja yang diatur dalam Permenakertrans No. Per.03/MEN/1982 terdiri dari pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja, berkala dan khusus dilakukan sebagai upaya mencegah penyakit akibat kerja. Upaya ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kinerja karyawan, jika tidak dilakukan akan menimbulkan kesehatan kerja yang kurang baik dan produktivitas kerja menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi pemeriksaan kesehatan bagi tenaga kerja di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Adapun informan dalam penelitian ini antara lain 1 orang karyawan, 1 orang staf dari seksi recruitment & training, 1 orang dari seksi K3LH dan 1 orang dari Departemen HR&GA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi pemeriksaan kesehatan pekerja di perusahaan ini adalah sumber daya, komunikasi dan komitmen. Faktor-faktor tersebut menyebabkan ketidaksesuaian antara pelaksanaan di perusahaan dengan peraturan.Disarankan untuk perusahaan agar pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter dan perawat yang tersertifikasi hyperkes. Perusahaan menyediakan klinik beserta fasilitasnya, pemeriksaan kesehatan berkala dilakukan 6 bulan sekali, melakukan pemeriksaan kesehatan spirometri, audiometri, pemeriksaan kesehatan khusus dan paska kerja. Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja termasuk dalam lingkup K3LH dan menyusun SOP. Keseluruhan karyawan mengikuti pemeriksaan kesehatan dan perlu pengawasan lebih intens dari Dinas Ketenagakerjaan.
Specific Detail Info
Image
  Back To Previous