Gambaran Pengetahuan Remaja Putri tentang Risiko Kehamilan Usia Muda Di Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu Tahun 2017

Collection Location Repository
Edition
Call Number 050 IKA g
ISBN/ISSN
Author(s) Hj. Winani
Novi Dwi Irmawati
Ika Triani
Subject(s) Remaja Putri
kehamilan usia muda
risiko kehamilan usia muda
Classification 050
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher STIKes Indramayu
Publishing Year 2017
Publishing Place Indramayu
Collation
Abstract/Notes Pernikahan dini dapat memberikan dampak buruk pada remaja, dampak pernikahan dini adalah dampak kesehatan, psikologis dan sosial. Dampak kesehatan yaitu risiko kehamilan usia muda, dampak psikologis seperti belum siap menghadapi perubahan yang terjadi saat kehamilan, belum siap menjalankan peran sebagai ibu dan dampak sosial seperti egois, tidak bertanggung jawab. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengetahuan remaja putri terhadap risiko kehamilan usia muda di Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu tahun 2017.
Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif, yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan suatu fenomena yang terjadi dalam masyarakat. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yaitu berumur 15-20 tahun, pengampilan sampel secara purposive sampling, adapun jumlah sampel sebanyak 65 remaja yang mengalami kehamilan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kategori risiko kesehatan berpengetahuan baik sebanyak 3 (4,6%), remaja berpengetahuan cukup sebanyak 56 (86,2%), dan remaja berpengetahuan kurang sebanyak 6 (9,2%). Kategori risiko psikologis berpengetahuan baik sebanyak 37 (56,9%) dan berpengetahuan kurang sebanyak 28 (43,1%). Kategori risiko sosial berpengetahuan baik sebanyak 17 (26,2%), remaja berpengatahuan cukup sebanyak 22 (33,8%), dan pengetahuan kurang sebanyak 26 (40,%).
Kesimpulan penelitian ini adalah sebanyak 39 (60,0%) remaja berpengetahuan cukup, pengetahuan cukup belum tentu mencegah terjadinya risiko kehamilan usia muda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kurangnya pengetahuan remaja tentang risiko kehamilan usia muda dan kurangnya pendidikan. Diharapkan remaja lebih memperluas pengetahuan dalam mengikuti penyuluhan yang diadakan oleh instansi kesehatan.
Specific Detail Info
Image
  Back To Previous